Hadits: Keutamaan Membaca Surah Al-Baqarah di Rumah sebagai Benteng dari Gangguan Setan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan kali ini, kita akan bersama-sama mempelajari sebuah hadits yang sangat penting dan relevan dengan kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam suasana rumah tangga kita. Di tengah kesibukan dunia modern, banyak rumah hari ini yang hanya menjadi tempat istirahat jasmani, tapi kosong dari nilai-nilai ruhani. Salat hanya dilakukan di masjid, Al-Qur’an jarang terdengar di dalam rumah, bahkan televisi dan ponsel lebih dominan mengisi waktu keluarga. Akibatnya, rumah kehilangan cahaya keimanan, mudah dihinggapi pertengkaran, ketegangan, suasana panas, bahkan anak-anak kehilangan arah dalam pertumbuhan spiritualnya.
Tidak sedikit juga orang tua yang mengeluh, “Kenapa anak saya sulit diatur?”, “Kenapa rumah terasa tidak nyaman?”, atau “Kenapa hati ini gelisah walaupun di dalam rumah sendiri?”. Jawabannya bisa jadi karena rumah tersebut tidak lagi menjadi tempat yang dihidupkan dengan dzikir dan bacaan Al-Qur’an. Padahal Rasulullah ﷺ telah memberikan petunjuk luar biasa dalam hadits yang akan kita kaji bersama ini, yaitu larangan menjadikan rumah seperti kuburan, dan penegasan bahwa setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah.
Hadits ini sangat mendesak untuk kita pahami dan amalkan, karena berbicara langsung tentang perlindungan rumah dari pengaruh setan, sekaligus memberikan solusi spiritual agar rumah menjadi sumber ketenangan, keberkahan, dan cahaya bagi penghuninya. Maka mari kita simak dan hayati bersama isi dari hadits agung ini, agar rumah kita bukan hanya layak dihuni secara fisik, tetapi juga menjadi tempat yang hidup secara ruhani dan dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Dari Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu, bahwa
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ
الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti
kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah
Al-Baqarah.”
HR. Muslim (780), Abu Daud (2046), At-Tirmizi (2877), dan An-Nasa'i dalam As-Sunan Al-Kubrā (7836).
Arti dan Penjelasan per Perkataan
لَا تَجْعَلُوا
بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ
Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti
kuburan.
Perkataan ini merupakan larangan Rasulullah ﷺ agar rumah-rumah kaum Muslimin tidak dijadikan seperti kuburan.
Kuburan adalah tempat yang sunyi dari amal ibadah,
karena para penghuninya sudah tidak bisa lagi beramal.
Rumah yang tidak dihidupkan dengan ibadah seperti salat,
dzikir, membaca Al-Qur’an, dan majelis ilmu, diserupakan dengan kuburan karena
kehilangan ruh spiritual.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa
rumah yang kosong dari Al-Qur'an adalah tempat yang mati secara ruhani.
Makna mendalam dari perkataan ini adalah pentingnya
menghidupkan suasana keimanan di rumah, agar keluarga terhindar dari kekosongan
ruhani dan gangguan makhluk halus seperti setan.
إِنَّ الشَّيْطَانَ
يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ
Sesungguhnya setan lari dari rumah
Perkataan ini menjelaskan efek spiritual dari rumah yang
dihidupkan dengan ayat-ayat Allah.
Setan adalah musuh manusia yang senantiasa ingin
menyesatkan, dan tempat yang tidak ada dzikir dan bacaan Al-Qur’an menjadi
tempat favoritnya.
Ketika rumah diisi dengan kebaikan, terutama bacaan
Al-Qur’an, maka suasananya menjadi terang dan penuh keberkahan, membuat setan
tidak betah.
Perkataan ini juga menegaskan bahwa gangguan jin dan
was-was setan banyak bermula dari rumah yang lalai dari dzikir.
Dengan kata lain, bacaan Al-Qur’an menjadi benteng
spiritual yang nyata dari gangguan gaib.
الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ
سُورَةُ الْبَقَرَةِ
yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah
Perkataan ini menunjukkan keutamaan khusus Surah
Al-Baqarah dibanding surah lainnya dalam hal mengusir setan.
Surah Al-Baqarah termasuk surah yang paling panjang
dalam Al-Qur’an dan mencakup banyak hukum, kisah, dan ayat-ayat perlindungan.
Setan sangat terganggu dengan kandungan ayat-ayatnya,
terutama ayat kursi dan akhir surah Al-Baqarah yang secara khusus mengandung
perlindungan dari Allah.
Dengan menyebut nama surah secara spesifik, Rasulullah ﷺ ingin menanamkan kebiasaan membaca Surah Al-Baqarah di rumah
secara rutin.
Hal ini juga menjadi motivasi bagi setiap Muslim agar
menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan rumah tangga, bukan hanya
dibaca di masjid.
Syarah Hadits
بُيُوتُ الْمُسْلِمِينَ يَنْبَغِي أَنْ
تُحَصَّنَ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَأَنْ تُـمْلَأَ بِالنُّورِ وَالْبَرَكَةِ،
Rumah-rumah kaum Muslimin seharusnya dilindungi dari setan
dan dipenuhi dengan cahaya serta keberkahan,
وَيَكُونَ ذَلِكَ بِعَمَلِ
الطَّاعَاتِ فِيهَا مِنْ ذِكْرٍ وَصَلَاةٍ وَدُعَاءٍ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
وَغَيْرِ ذَلِكَ،
dan itu terjadi dengan mengerjakan ketaatan di dalamnya seperti dzikir, salat,
doa, membaca Al-Qur’an, dan amalan lainnya.
وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فِيهَا الْخَيْرُ
وَالْبَرَكَةُ لِلْمَكَانِ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ؛
Bacaan Al-Qur’an mendatangkan kebaikan dan keberkahan pada
tempat yang dibacakan;
فَهُوَ حَبْلُ اللَّهِ
الْمَوْصُولُ، وَفِيهِ طُمَأْنِينَةُ النَّفْسِ،
ia adalah tali Allah yang kokoh, di dalamnya terdapat
ketenangan jiwa, dan
وَطَرْدٌ لِلشَّيَاطِينِ مِنَ الْبُيُوتِ
الَّتِي يُقْرَأُ فِيهَا، وَخَاصَّةً سُورَةَ الْبَقَرَةِ.
pengusiran setan dari rumah-rumah yang dibacakan Al-Qur’an, khususnya Surah
Al-Baqarah.
وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ يَقُولُ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ»،
Dalam hadis ini, Nabi ﷺ bersabda: “Janganlah kalian menjadikan
rumah-rumah kalian seperti kuburan.”
أَيْ: لَا تَجْعَلُوهَا شَبِيهَةً
بِالْمَقَابِرِ خَالِيَةً عَنِ الذِّكْرِ وَالطَّاعَةِ،
Artinya: Janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan yang kosong dari dzikir
dan ketaatan.
وَاجْعَلُوا لَهَا نَصِيبًا مِنْ قِرَاءَةِ
الْقُرْآنِ وَالصَّلَاةِ،
Dan berilah rumah-rumah kalian bagian dari bacaan Al-Qur’an dan salat.
كَمَا جَاءَ فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ ابْنِ
عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: «اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ، وَلَا
تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا».
Sebagaimana diriwayatkan dalam Shahihain dari Ibnu ‘Umar raḍiyallāhu ‘anhumā,
dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Jadikanlah salat (sunnah) di rumah-rumah
kalian, dan janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan.”
ثُمَّ بَيَّنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الشَّيْطَانَ يَفِرُّ وَيَبْتَعِدُ مِنَ الْبَيْتِ
الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ؛
Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan bahwa setan lari dan menjauh dari rumah yang
dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah.
لِأَنَّهُ يَئِسَ مِنْ إِغْوَاءِ أَهْلِهِ
بِبَرَكَةِ هَذِهِ السُّورَةِ، أَوْ لِمَا يَرَى مِنْ جِدِّهِمْ فِي الدِّينِ،
وَاجْتِهَادِهِمْ فِي الْعِبَادَةِ،
Karena ia telah putus asa untuk menyesatkan penghuninya disebabkan berkah surah
ini, atau karena melihat kesungguhan mereka dalam agama dan keseriusan mereka
dalam beribadah.
فَالْبَيْتُ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ
الْقُرْآنُ بِوَجْهٍ عَامٍّ يَتَّسِعُ عَلَى أَهْلِهِ، وَيَكْثُرُ خَيْرُهُ،
وَتَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ، وَتُدْحَضُ عَنْهُ الشَّيَاطِينُ،
Rumah yang dibacakan Al-Qur’an secara umum akan terasa lapang bagi penghuninya,
kebaikannya akan melimpah, para malaikat akan hadir, dan setan akan terusir
darinya.
وَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي لَا يُقْرَأُ فِيهِ
الْقُرْآنُ يَضِيقُ عَلَى أَهْلِهِ، وَيَقِلُّ خَيْرُهُ، وَتَنْفِرُ مِنْهُ
الْمَلَائِكَةُ، وَتَحْضُرُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ.
Dan sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an akan terasa sempit bagi
penghuninya, sedikit kebaikannya, malaikat akan menjauh darinya, dan setan akan
hadir di dalamnya.
وَالْحَدِيثُ يَدُلُّ عَلَى فَضِيلَةِ سُورَةِ
الْبَقَرَةِ، وَتَقْدِيمِهَا عَلَى غَيْرِهَا،
Hadits ini menunjukkan keutamaan Surah Al-Baqarah dan kelebihannya dibandingkan
surah-surah yang lain.
وَإِنَّهَا لَكَذَلِكَ؛ فَقَدْ جَمَعَتْ مِنْ
أَحْكَامِ الشَّرْعِ مَا لَمْ تَجْمَعْهُ سُورَةٌ فِي الْقُرْآنِ،
Dan memang benar demikian; karena Surah Al-Baqarah mengandung hukum-hukum
syariat yang tidak dikumpulkan dalam surah lain dalam Al-Qur’an.
فَهِيَ مُشْتَمِلَةٌ عَلَى صِفَاتِ
الْمُؤْمِنِينَ، وَصِفَاتِ الْمُنَافِقِينَ، وَشَرْحِ قِصَصِ بَنِي إِسْرَائِيلَ،
وَالزَّجْرِ عَنِ السِّحْرِ وَالرِّبَا،
Ia mencakup sifat-sifat orang beriman, sifat-sifat orang munafik, penjelasan
kisah Bani Israil, larangan terhadap sihir dan riba,
وَذِكْرِ الْقِبْلَةِ وَالصَّلَاةِ
وَالصَّوْمِ وَالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، وَالطَّلَاقِ وَالْعِدَدِ، وَالدُّيُونِ
وَالشُّرُوطِ، وَالرَّهْنِ وَالْقِصَاصِ، وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الْأَحْكَامِ.
penyebutan tentang kiblat, salat, puasa, haji, umrah, talak, masa iddah, utang,
syarat-syarat, gadai, qishash, dan hukum-hukum lainnya.
وَفِي الْحَدِيثِ: الْحَثُّ عَلَى قِرَاءَةِ
الْقُرْآنِ، وَكَثْرَةِ الذِّكْرِ فِي الْبُيُوتِ.
Dalam hadis ini juga terdapat anjuran untuk membaca Al-Qur’an dan memperbanyak
dzikir di rumah.
وَفِيهِ: تَوْجِيهُ النَّاسِ إِلَى أَنَّ
الْقُرْآنَ وَالذِّكْرَ يُحْيِي الْبُيُوتَ وَالْقُلُوبَ وَيُعَمِّرُهَا.
Dan di dalamnya terdapat arahan bahwa Al-Qur’an dan dzikir menghidupkan rumah
dan hati serta membangunnya dengan keberkahan.
Sumber: https://dorar.net/hadith/sharh/23627
Pelajaran dari Hadits ini
1. Hidupkan Rumah dengan Ibadah
Dalam perkataan لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ (Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan), Rasulullah ﷺ mengingatkan kita agar rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga tempat ibadah. Rumah yang tidak diisi dengan bacaan Al-Qur’an, salat sunnah, dzikir, dan ilmu agama akan mati secara ruhani seperti kuburan, tempat orang-orang tak lagi bisa beramal. Rumah seperti ini tidak membawa ketenangan dan keberkahan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam QS Thaha: 132:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ
بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ
ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
(Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki darimu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa).
Rumah yang dirutinkan untuk ibadah akan melahirkan suasana penuh ketentraman, jauh dari kekerasan dan ketegangan, serta menjadi madrasah utama bagi anak-anak.
2. Setan Lari dari Rumah yang Hidup dengan Al-Qur’an
Dalam perkataan إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ (Sesungguhnya setan lari dari rumah), Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira bahwa setan tidak tahan berada di rumah yang diisi dengan keimanan dan dzikir. Ia akan menjauh dari rumah yang bercahaya secara ruhani. Maka dari itu, banyak gangguan psikologis, konflik rumah tangga, dan suasana panas dalam rumah sebenarnya bisa dicegah dengan menghidupkan iman di dalamnya. Maka rumah yang diisi dengan dzikir dan Al-Qur’an menjadi benteng dari masuknya bisikan dan gangguan gaib setan.
3. Keutamaan Surah Al-Baqarah sebagai Pelindung Rumah
Perkataan الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ (yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah) menunjukkan bahwa Surah Al-Baqarah memiliki keutamaan khusus dalam melindungi rumah dari kehadiran dan pengaruh setan. Surah ini berisi ayat-ayat tentang tauhid, hukum syariah, kisah-kisah umat terdahulu, dan ayat kursi yang sangat agung. Dalam hadis lain disebutkan:
اقْرَؤُوا سُورَةَ البَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
(HR. Muslim no. 804)
(Bacalah Surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah keberkahan, meninggalkannya adalah penyesalan, dan tukang sihir tidak mampu menghadapinya).
Maka, membacanya di rumah bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari perlindungan spiritual yang nyata.
4. Membaca Al-Qur’an adalah Tanggung Jawab Rumah Tangga
Hadits ini juga mengandung pesan bahwa rumah tangga tidak boleh pasif secara spiritual. Membaca Al-Qur’an di rumah bukan hanya tanggung jawab seorang ayah atau ibu, melainkan sebuah budaya keluarga. Allah berfirman:
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ
(QS. An-Nur: 36)
(Di rumah-rumah yang Allah izinkan untuk ditinggikan dan disebut di dalamnya nama-Nya). Rumah yang disebut dalam ayat ini adalah rumah yang hidup dengan dzikir dan bacaan Al-Qur’an. Ini mengisyaratkan pentingnya menjadikan tilawah sebagai kebiasaan harian di rumah.
5. Rumah Sebagai Tempat Pendidikan Ruhani
Hadis ini mengajarkan bahwa rumah adalah madrasah pertama dalam kehidupan seorang Muslim. Dari sinilah anak-anak mengenal Al-Qur’an, salat, dan nilai-nilai agama. Jika rumah sunyi dari Al-Qur’an, maka generasi dalam rumah itu bisa tumbuh dalam kejahilan dan kekeringan iman. Nabi ﷺ bersabda:
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
(HR. Bukhārī no. 1385)
(Setiap anak dilahirkan di atas fitrah). Maka lingkungan rumah sangat berperan dalam menjaga fitrah tersebut, dan salah satu bentuknya adalah membiasakan membaca Al-Qur’an sejak dini di rumah.
6. Surah Al-Baqarah Tidak Hanya Dibaca, Tapi Juga Dipahami
Banyak orang membaca Surah Al-Baqarah hanya sebagai bacaan pengusir setan, padahal isinya mengandung petunjuk hidup yang sangat penting. Maka selain membaca, memahami kandungannya juga termasuk bentuk ibadah. Allah berfirman:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ
إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
(QS. Ṣād: 29)
(Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang berakal mendapat pelajaran.) Jadi, manfaat spiritual Surah Al-Baqarah akan lebih terasa ketika dibaca dengan penghayatan dan pemahaman.
7. Bacaan Al-Qur’an Mempengaruhi Atmosfer Rumah
Banyak keluarga mengeluh rumah terasa tidak nyaman, sering bertengkar, atau muncul rasa malas beribadah. Hadis ini memberi solusi bahwa bacaan Surah Al-Baqarah bisa mengubah atmosfer rumah. Maka menghadirkan Al-Qur’an dalam rumah adalah jalan menuju keberkahan lahir dan batin.
Penutupan Kajian
Setelah kita menelaah hadits Rasulullah ﷺ tentang keutamaan membaca Surah Al-Baqarah di rumah, kita semakin memahami bahwa menjaga rumah agar tetap hidup secara ruhani bukanlah hal yang sepele. Hadits ini mengajarkan bahwa rumah yang tidak dihidupkan dengan ibadah akan menjadi seperti kuburan—tempat yang sunyi dari dzikir, sepi dari ayat-ayat Allah, dan terbuka bagi masuknya gangguan setan. Sebaliknya, rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah akan menjadi benteng yang kokoh dari gangguan gaib, tempat yang diberkahi, dan menjadi sumber ketenangan bagi penghuninya.
Faedah hadits ini sangat besar. Ia mengajarkan kita untuk tidak hanya menjadikan masjid sebagai tempat ibadah, tapi juga menghidupkan rumah dengan Al-Qur’an. Ia memberi solusi atas keresahan banyak keluarga muslim—tentang kegelisahan, pertengkaran, dan kebekuan hati—dengan cara yang sangat praktis: membaca Surah Al-Baqarah. Ini bukan hanya ritual pengusir setan, tapi juga bentuk nyata cinta kita kepada rumah, kepada keluarga, dan kepada Allah.
Harapannya, setelah kajian ini, setiap kita berkomitmen untuk mulai menghidupkan rumah masing-masing. Bacalah Al-Qur’an secara rutin, ajak keluarga untuk mendengarkan atau membaca Surah Al-Baqarah, dan jadikan rumah sebagai tempat yang bercahaya dengan iman dan dzikir. Mulailah meski satu halaman sehari, karena keberkahan akan turun sedikit demi sedikit hingga rumah benar-benar menjadi taman surga. Semoga hadits ini tidak hanya dipahami, tapi benar-benar kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amin yaa Rabbal 'Alamin.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا
مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ بِرَحْمَتِكَ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ
نَلْقَاكَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْإِيمَانِ وَحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk penghuni surga dengan
rahmat-Mu. Jadikanlah hari terbaik kami adalah hari ketika kami berjumpa
dengan-Mu. Dan wafatkanlah kami dalam keadaan beriman serta dengan akhir yang
baik.
وَاللَّهُ الْمُوَفِّقُ
إِلَىٰ أَقْوَمِ الطَّرِيقِ.
Kita tutup kajian dengan doa kafaratul majelis:
🌿 سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا
أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.
وَالسَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.