Hadits: Pahala Puasa Tidak Bisa Dihitung Kecuali Oleh Allah

  Bismillahirrahmanirrahim.

الحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali berkumpul dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, serta seluruh umatnya yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas sebuah hadits yang sangat agung, yang berkaitan dengan ibadah puasa. Hadits ini memberikan pemahaman mendalam tentang keistimewaan puasa dibandingkan dengan amalan lainnya, keutamaan orang yang menjalankannya, serta balasan luar biasa yang Allah janjikan bagi mereka yang berpuasa dengan ikhlas.

Mengapa kita perlu mengkaji hadits ini? 

Karena dalam kehidupan masyarakat kita hari ini, sering kali makna dan hakikat puasa mulai terkikis oleh rutinitas. Banyak orang berpuasa sekadar menahan lapar dan dahaga, tanpa memahami kedudukan puasa sebagai ibadah yang paling dicintai Allah. Sebagian orang mengeluh saat berpuasa, merasa berat dan tidak produktif, padahal di balik ibadah ini tersimpan rahasia besar berupa pahala yang tidak terbatas. Bahkan, ada yang menjalankan puasa tetapi tidak menjaga lisannya, tidak menjaga akhlaknya, sehingga nilai puasanya berkurang.

Di sisi lain, kita juga melihat fenomena di mana sebagian umat Islam mengabaikan ibadah puasa, menganggapnya sebagai beban, bukan sebagai jalan menuju kedekatan dengan Allah. Padahal, hadits ini menegaskan bahwa puasa adalah ibadah istimewa yang Allah sendiri akan membalasnya secara langsung, berbeda dengan amalan lainnya yang dilipatgandakan dalam hitungan tertentu.

Maka dari itu, kajian ini bertujuan untuk mengingatkan kembali urgensi puasa dalam kehidupan seorang Muslim. Kita akan membahas bagaimana hadits ini memberikan motivasi kuat agar kita tidak hanya sekadar menjalankan puasa secara fisik, tetapi juga memahami makna spiritual di baliknya.

Semoga dengan memahami hadits ini, kita semakin mencintai ibadah puasa, menjalankannya dengan penuh keikhlasan, dan meraih kebahagiaan dunia serta akhirat sebagaimana yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang berpuasa.

Mari kita simak dan renungkan bersama hadits yang akan kita bahas hari ini. Semoga Allah membukakan hati kita untuk memahami hikmah besar di balik ibadah puasa dan menjadikannya sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا، إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي. لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ.

"Setiap amal perbuatan anak Adam dilipatgandakan: satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
'Kecuali puasa, karena sesungguhnya ia (puasa itu) adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya. Ia meninggalkan syahwat, makanan, dan minumannya karena-Ku.'

Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-nya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi."

HR Al-Bukhari (7492) dan Muslim (1151)


Arti Per Kalimat


كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ
Setiap amal perbuatan anak Adam akan dilipatgandakan.

Makna كُلُّ menunjukkan keumuman tanpa pengecualian, bahwa seluruh amal kebaikan manusia berada dalam sistem balasan Allah.

Istilah عَمَلِ ابْنِ آدَمَ menegaskan bahwa yang dinilai bukan hanya ibadah ritual, tetapi seluruh perbuatan manusia sebagai makhluk yang dibebani syariat.

Kata يُضَاعَفُ bermakna dilipatgandakan, memberi pemahaman bahwa Allah tidak membalas amal secara kaku dan matematis, melainkan dengan kemurahan dan karunia-Nya.


الحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا، إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ
Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya hingga tujuh ratus kali lipat.

Kata الحَسَنَةُ merujuk pada setiap bentuk kebaikan, sekecil apa pun, baik yang tampak maupun tersembunyi.

Ungkapan عَشْرُ أَمْثَالِهَا menunjukkan batas minimal balasan, sehingga seorang mukmin tidak perlu takut merugi ketika berbuat baik.

Frasa إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ memberi isyarat bahwa kualitas niat, keikhlasan, dan kondisi amal dapat melipatgandakan pahala secara luar biasa.


قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Allah عز وجل berfirman: kecuali puasa, karena ia milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.

Penyebutan قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ menunjukkan keagungan sumber hadits ini sebagai hadits qudsi yang langsung dinisbatkan kepada Allah.

Ungkapan إِلَّا الصَّوْمَ menunjukkan keistimewaan puasa dibanding ibadah lain dalam mekanisme pahala.

Kalimat فَإِنَّهُ لِي menegaskan bahwa puasa adalah ibadah yang paling murni dari riya karena hakikatnya tersembunyi dan hanya Allah yang mengetahui.

Pernyataan وَأَنَا أَجْزِي بِهِ menunjukkan bahwa balasan puasa tidak dibatasi angka, tetapi sesuai kehendak dan kemurahan Allah.


يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
Ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.

Kata يَدَعُ menunjukkan perbuatan sadar dan pilihan, bukan sekadar menahan diri secara fisik.

Istilah شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ mencakup kebutuhan biologis dan kesenangan dasar manusia.

Frasa مِنْ أَجْلِي menegaskan landasan keikhlasan, bahwa puasa bukan sekadar diet atau tradisi, melainkan penghambaan kepada Allah.


لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat bertemu Rabb-nya.

Kata فَرْحَتَانِ menunjukkan bahwa Islam mengakui kebahagiaan dunia dan akhirat secara seimbang.

فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ mencerminkan kebahagiaan yang wajar karena selesainya ibadah dan nikmat Allah.

فَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ menunjukkan puncak kebahagiaan seorang mukmin ketika melihat pahala puasanya di akhirat.


وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.

Kata خُلُوفُ فِيهِ merujuk pada bau mulut akibat perut kosong saat puasa.

Ungkapan أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ menunjukkan standar penilaian Allah berbeda dengan standar manusia.

Perbandingan dengan رِيحِ الْمِسْكِ menegaskan bahwa pengorbanan yang lahir dari ketaatan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi di sisi Allah. 


Syarah Hadits


Keutamaan Puasa

الصِّيامُ مِنْ أَحَبِّ الْعِبَادَاتِ إِلَى اللَّهِ
Puasa adalah salah satu ibadah yang paling dicintai oleh Allah.

وَأَجَلِّ الْقُرُبَاتِ الَّتِي يَتَقَرَّبُ بِهَا الْعَبْدُ لِرَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Dan merupakan salah satu bentuk pendekatan diri yang paling mulia yang dilakukan hamba kepada Rabb-nya Yang Maha Mulia dan Maha Agung.

وَلِذَلِكَ فَإِنَّ أَجْرَهُ كَبِيرٌ، وَفَضْلَهُ عَظِيمٌ
Oleh karena itu, pahalanya sangat besar dan keutamaannya sangat agung.

وَكَرَامَةُ اللَّهِ لِلصَّائِمِينَ لَا تَنْقَطِعُ
Kemuliaan Allah bagi orang-orang yang berpuasa tidak akan terputus.

فَإِنَّهُمْ حَرَمُوا أَنْفُسَهُمْ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ وَالشَّهْوَةَ
Karena mereka telah menahan diri dari makanan, minuman, dan syahwat.

فَأَعْطَاهُمُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مِنْ وَاسِعِ عَطَائِهِ
Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kepada mereka dari karunia-Nya yang luas.

وَفَضَّلَهُمْ عَلَى غَيْرِهِمْ
Dan Dia melebihkan mereka atas selain mereka.


Lipat Ganda Pahala Amalan

وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ يُخْبِرُنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dalam hadits ini, Nabi mengabarkan kepada kita.

أَنَّ كُلَّ شَيْءٍ يَعْمَلُهُ الْإِنْسَانُ الْمُسْلِمُ مِنْ وُجُوهِ الْخَيْرِ وَالْبِرِّ وَالطَّاعَةِ
Bahwa setiap perbuatan baik, kebaikan, dan ketaatan yang dilakukan oleh seorang Muslim.

يُضَاعَفُ أَجْرُهُ وَثَوَابُهُ
Pahalanya akan dilipatgandakan.

فَتَكُونُ الْحَسَنَةُ فِيهِ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ
Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat.

كَمَا فِي قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا} [الْأَنْعَامِ: 160]
Sebagaimana firman Allah Ta'ala: “Barang siapa membawa satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.” (QS. Al-An’am: 160).

وَقَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: {مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [الْبَقَرَةِ: 261]
Dan firman-Nya: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).


Keistimewaan Puasa

ثُمَّ أَخْبَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: «إِلَّا الصَّوْمَ؛ فَإِنَّهُ لِي»
Kemudian Nabi mengabarkan bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman: “Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku.”

أَي: إِنَّ الصَّوْمَ مُسْتَثْنًى مِنْ هَذِهِ الْأَعْمَالِ الَّتِي تَتَضَاعَفُ فِيهَا الْحَسَنَاتُ
Artinya, puasa dikecualikan dari amalan-amalan lain yang dilipatgandakan pahalanya.

بَلْ ثَوَابُ الصَّوْمِ لَا يَقْدِرُ قَدْرَهُ إِلَّا اللَّهُ تَعَالَى
Melainkan pahala puasa hanya Allah yang mengetahui seberapa besarnya.

ذَلِكَ لِأَنَّ الصَّوْمَ سِرٌّ بَيْنَ الْعَبْدِ وَرَبِّهِ
Karena puasa adalah rahasia antara hamba dan Rabb-nya.

«وَأَنَا أَجْزِي بِهِ»
“Dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

أَي: إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى هُوَ الَّذِي يَتَوَلَّى ذَلِكَ الْأَجْرَ وَالثَّوَابَ
Artinya, Allah Ta’ala sendiri yang akan memberikan pahala dan balasannya.

فَثَوَابُ الصِّيَامِ لَا يُحْصِيهِ إِلَّا اللَّهُ تَعَالَى
Sehingga pahala puasa tidak bisa dihitung kecuali oleh Allah Ta’ala.


Dua Kebahagiaan Orang Berpuasa

ثُمَّ أَخْبَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الصَّائِمَ يَفْرَحُ مَرَّتَيْنِ
Kemudian Nabi mengabarkan bahwa orang yang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan.

الْفَرْحَةُ الْأُولَى: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ
Kebahagiaan pertama adalah saat ia berbuka.

وَالْفَرْحَةُ الثَّانِيَةُ تَكُونُ عِنْدَ مَوْتِهِ
Dan kebahagiaan kedua adalah ketika ia bertemu dengan Tuhannya. 


Bau Mulut Orang Berpuasa

ثُمَّ أَقْسَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ خُلُوفَ فَمِ الصَّائِمِ
Kemudian Nabi bersumpah bahwa bau mulut orang yang berpuasa.

«أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رَائِحَةِ الْمِسْكِ»
“Lebih harum di sisi Allah daripada aroma misk.”

 

Maraji:
https://dorar.net/hadith/sharh/73374


Pelajaran dari Hadits ini


 

1. Keutamaan Puasa di Sisi Allah

  • Puasa merupakan salah satu ibadah yang paling dicintai Allah dan memiliki kedudukan yang agung.
  • Allah memberikan pahala yang besar kepada orang yang berpuasa karena mereka meninggalkan makanan, minuman, dan syahwat demi ketaatan kepada-Nya.
  • Kehormatan yang diberikan Allah kepada orang yang berpuasa tidak terputus.

2. Puasa Memiliki Pahala yang Tidak Terbatas

  • Umumnya, amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya hingga 700 kali lipat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (Al-An’am: 160 dan Al-Baqarah: 261).
  • Namun, pahala puasa dikecualikan dari hitungan biasa; hanya Allah yang mengetahui besarnya pahala puasa.
  • Ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat istimewa di sisi Allah.

3. Puasa sebagai Rahasia antara Hamba dan Allah

  • Puasa adalah ibadah yang tidak tampak secara langsung kepada manusia lain, berbeda dengan ibadah lain seperti shalat atau zakat.
  • Hanya Allah yang mengetahui sejauh mana keikhlasan seseorang dalam berpuasa.
  • Oleh karena itu, Allah sendiri yang langsung membalas pahala puasa tanpa perantara malaikat.

4. Dua Kebahagiaan bagi Orang yang Berpuasa

  • Kebahagiaan saat berbuka, karena ia telah menyelesaikan ibadahnya dengan baik dan mendapatkan nikmat dari Allah.
  • Kebahagiaan saat bertemu Allah, yaitu ketika mendapatkan ganjaran besar atas puasanya di akhirat.

5. Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Baik di Sisi Allah daripada Bau Misk

  • Bau mulut orang yang berpuasa yang muncul karena kosongnya perut dianggap lebih harum di sisi Allah daripada wangi minyak misk.
  • Hal ini bisa diartikan sebagai:
    1. Bau itu memiliki nilai tinggi di sisi Allah meskipun secara duniawi tidak sedap.
    2. Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik di akhirat.
    3. Para malaikat menyukai aroma tersebut lebih dari wangi misk.
    4. Pahala yang diberikan kepada orang yang berpuasa lebih besar daripada keutamaan wangi misk.

6. Kesabaran dan Keikhlasan dalam Berpuasa

  • Puasa melatih kesabaran dalam menahan nafsu, baik dalam bentuk makan, minum, maupun syahwat.
  • Puasa merupakan bentuk ketaatan yang menunjukkan keikhlasan karena dilakukan tanpa pamer kepada orang lain.

 


Penutup Kajian


Hadirin yang dirahmati Allah,

Alhamdulillah, kita telah bersama-sama mengkaji hadits yang sangat agung ini tentang keutamaan puasa dan keistimewaannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah menjadikan ilmu yang kita pelajari hari ini sebagai ilmu yang bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Dari hadits ini, kita memahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan ibadah yang penuh dengan rahasia keutamaan. Di antara faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini adalah:

  1. Puasa adalah ibadah yang Allah khususkan untuk diri-Nya, dan Allah sendiri yang akan memberikan balasan tanpa batas bagi orang yang berpuasa dengan penuh keikhlasan.
  2. Puasa mendidik jiwa dan membentuk ketakwaan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an bahwa tujuan puasa adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa.
  3. Puasa memberikan keistimewaan bagi orang yang menjalankannya, termasuk bau mulut orang berpuasa yang lebih harum di sisi Allah dibandingkan minyak kesturi, serta kebahagiaan yang akan dirasakan saat berbuka dan ketika bertemu dengan Allah di akhirat kelak.

Oleh karena itu, sebagai bentuk penerapan hadits ini dalam kehidupan kita, marilah kita memperbaiki niat dan kualitas ibadah puasa kita. Jangan sampai kita hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus menjaga lisan, hati, dan akhlak kita agar semakin dekat kepada Allah. Jadikan puasa sebagai sarana untuk melatih kesabaran, memperbanyak amal kebaikan, serta meningkatkan hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.

Semoga setelah kajian ini, kita semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa, baik yang wajib di bulan Ramadhan maupun puasa sunnah di hari-hari yang dianjurkan. Dan semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan karena puasanya di dunia dan akhirat.

Demikian kajian kita pada hari ini. Jika ada kebenaran yang disampaikan, itu semata-mata dari Allah, dan jika ada kesalahan, itu dari diri saya pribadi. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

 Kita tutup dengan doa kafaratul majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.


 

Tampilkan Kajian Menurut Kata Kunci

  • Silakan pilih label dan klik tampilkan.